Sabtu, 25 Agustus 2012

BENTUK GEOGRAFIS INDONESIA


 Pengaruh letak geografis terhadap kegiatan perekonomian

Menurut jurnal Frameworks for Global Strategic Analysis dan Globalisation, Economic Geography, 
and the Strategi of Multinational Enterprises menyatakan bahwa lokasi geografis yang strategis menentukan keberlangsungan kegiatan  perusahaan dan kegiatan perekonomian negara dalam kancah dunia internasional di era globalisasi. Untuk mencapai keuntungan yang optimum maka suatu perusahaan harus menembus pasar internasional. Untuk memperluas kegiatan perekonomiannya dan untuk tetap berkiprah di perekonomian internasional, Indonesia harus berperan aktif dalam perdagangan internasional. Di era globalisai ini, suatu negara akan diakui keberadaannya oleh negara lain jika negara tersebut turut serta dalam kancah pergaulan internasional yang menembus batas-batas nasional. Posisi geografis Indonesia bisa mendukung keterlibatan Indonesia untuk menuju ke perdagangan bebas yang merupakan salah satu ciri khas dari adanya globalisasi ekonomi. Cross Position Indonesia diantara dua benua dan diantara dua samudera memudahkan adanya aliran barang, jasa, dan investasi asing untuk keluar masuk Indonesia. Kegiatan ekspor impor juga bisa berjalan dengan mudah berkat posisi geografis Indonesia yang strategis. Kegiatan perdagangan bebas Indonesia-Cina yang belum lama ini dibuka telah menunjukkan kecepatan arus globalisasi yang mempengaruhi perdagangan internasional dan mempengaruhi kegiatan perekonomian suatu negara. Di Indonesia produk-produk Cina telah membanjiri pasar-pasar lokal seperti produk makanan, minuman, mainan, obat-obatan dan berbagai barang-barang lainnya. Perusahaan nasional sebagai salah satu faktor penentu perekonomian suatu negara harus mampu bersaing dengan produk-produk asing supaya tetap bisa bertahan di dalam persaingan globalisasi ekonomi. Perusahaan nasional harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk serta menjaga kestabilan harga supaya tidak kalah bersaing dengan produk-produk asing.
            Dukungan posisi geografis Indonesia bisa dimanfaatkan oleh perusahaan nasional untuk tetap bertahan di perdagangan dalam negeri dan mengusahakan untuk berkiprah di kancah perdagangan internasional. Unit produksi seperti perusahaan bisa mengambil peluang dari kekhasan sumber daya alam Indonesia untuk dapat membuat diferensiasi produk dalam negeri dengan produk asing. Perusahaan-perusahaan nasional seharusnya mampu memanfaatkan keunggulan kompetitif Indonesia seperti keunggulan di bidang letak geografis untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki Indonesia.
            Pembangunan berbasis geografis yang mengutamakan keseimbangan ekonomi – ekologi dan sosiokulture bangsa Indonesia dapat dijadikan landasan untuk menetapkan pilihan apakah Indonesia negara pertanian, industri, wisata, atau tambang. Berbagai pertimbangan geografis dan sosiokultur serta letak geologis dan klimatologis,semestinya Indonesia memperkuat jati diri pembangunan sebagai negara pertanian yang kuat di dunia. Indonesia mampu memperkuat penyediaan pangan dunia dan komoditas pertanian. Strategi pertanian yang dikembangkan berbasis 5 A yaitu:
1. Agro produksi yang berdasarkan kemampuan dan kesesuaian lahan
2. Agro industri (pengelolaan hasil-hasil pertanian)
3. Agro bisnis perdagangan hasil-hasil pertanian (local – regional -
internasional)
4. Agro teknologi (penggunaan teknologi ramah lingkungan)
5. Agro Tourisme – sosio kulture yang dikembangkan ( Suratman Worosuprodjo, 2007)
            Jadi potensi letak geografis Indonesia yang strategis harus dimanfaatkan dan dikelola sebaik mungkin oleh bangsa Indonesia supaya membawa keuntungan bagi bangsa Indonesia dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu bangsa Indonesia juga harus mengantisipasi hal-hal negatif atau kerugian yang mungkin ditimbulkan oleh letak Indonesia di cross position supaya tidak mmembawa keburukan bagi bangsa Indonesia sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar